Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Fakta dasar tentang Negara Tirai Bambu, China

Negara tirai bambu sedang ramai dibicarakan di Google Trends Indonesia. Kita sering menghubungkan tirai bambu dengan negara China. Mengapa China Disebut sebagai Negeri Tirai Bambu? karena memang di cina terdapat tanaman bernama Bambu Cina. Bambu Cina (Bambusa multiplex) sangat terkenal dengan kualitasnya yang sangat kuat dan tidak mudah patah. Sedangkan disebut tirai adalah karena China berpaham solialis sehingga sangat tertutup dengan dunia luar. mengapa cina menutup diri? karena pada saat itu china adalah salah satu negara terbesar didunia.

Berikut adalah beberapa fakta dasar tentang China

Nama Lengkap: Republik Rakyat Cina
Luas Area: 9.600.000 km persegi
Populasi: 1,37 miliar (per 2014)
Ibukota: Beijing
Bendera: Five-Stars-Red-Flag
Lokasi: Tengah dan Timur Asia, berbatasan dengan Samudera Pasifik di timur
Teritorial: Laut Bohai, Laut Kuning, Laut Cina Timur, dan Laut Cina Selatan
Iklim: muson kontinental
Orang: Han Chinese (93,3%), ditambah 55 kelompok etnis seperti Miao, Li, Mongolia
Bahasa: Mandarin Chinese (Putonghua) berdasarkan dialek Beijing, ditambah dialek lokal
Agama dan Keyakinan: resmi ateis, Konfusianisme, Buddhisme, Taoisme, Islam (lebih dari 22 juta), Katolik (lebih dari 4 juta) dan Protestan (lebih dari 10 juta)
Mata Uang dan Satuan Moneter : Renminbi / Yuan
Bentuk Pemerintahan: Sistem Kongres Rakyat Nasional
Demarkasi administrasi: 23 provinsi, 5 daerah otonom, 4 kota, dan 2 Daerah Administratif Khusus

Cina adalah tanah kuno, misterius dan sangat indah serta menjadi tempat menarik bagi para wisatawan mancanegara. Cina tercatat sebagai negara terbesar ketiga di dunia menempati area seluas 9.600.000 km persegi, yang meliputi 62 derajat bujur dan 49 derajat lintang. Terdiri dari berbagai macam medan dan iklim membentuk berbagai atraksi alamnya. Melimpah di berbagai sumber, tanaman, hewan, dan mineral, negeri dengan generasi tak terhitung.

Great Wall

Salah satu harta terbesar China adalah sejarah panjang dan kayanya. Pada awal 1,7 juta tahun lalu, manusia paling awal berkembang di tanah ini. Dinasti pertama, Dinasti Xia ,sudah ada sekitar abad ke-21 SM. Selama 4.000 tahun, feodalisme adalah model ekonomi dan budaya yang dominan. Kemudian, pada tahun 1911, revolusi yang dipimpin oleh Sun Yat-sen mengakhiri monarki. Pada tanggal 1 Oktober 1949, RRC didirikan, sepenuhnya bernama 'Republik Rakyat Cina'. Sejak itu, negara ini telah dikembangkan secara mandiri dan penuh semangat. Baru-baru ini, reformasi dan kebijakan baru membangkitkan energi kehidupan di negeri ini. 



Seni dan kerajinan Cina, diantaranya lukisan, kaligrafi, opera, bordir dan sutra yang khas dan unik. Kung Fu, yang populer akhir-akhir ini telah menjadi bagian dari budaya Cina selama berabad-abad.
Baca selengkapnya → Fakta dasar tentang Negara Tirai Bambu, China

Jumat, 27 Mei 2016

Galery foto Sulawesi Tenggara tempo dulu

Konferensi Alim Ulama Se-Sulawesi. 1960

Rumah Misionaris

Altar sembahyang penganut Konghucu di Kelenteng Kendari 1930

Tarian Adat Buton 1965 dan Pelepasan Perahu Rakyat 1961

Tempat pembuatan perahu di Buton 1961

Permainan musik bamboo Kendari 1959

Sultan Buton La Ode Falihi (paling kanan) 1948

Jembatan dari pohon kelapa di Ogena ke Wariti dan Pemandangan Pantai Binongko 1930

Perahu Tradisional di perairan Kendari 1930


Benteng Bastion Kerajaan Balijol Buton yang dibuat tahun 1631 pada masa pemerintahan VOC. Foto tahun 1930

Kunjungan Gub. Sulawesi Selatan-Tenggara, Sudira ke desa percobaan tahun 1953

Kuburan Kayu di Kombeli Buton tahun 1930

Rumah penduduk Mekongga Kolaka 1930

Rumah penduduk Blimi di Wanci Tahun 1930

Penduduk asli Mekongga dan Muna tahun 1930

Para pengrajin perak di Kendari tahun 1948

Perahu yang digunakan untuk kirim paket dagangan dari dan ke Buton tahun 1930

Kuda sebagai alat transportasi dan perdagangan untuk kalangan priyayi di Muna sekitar tahun 1930

Serah terima jabatan Panglima Komando Daerah Militer AD Sulawesi Selatan Tenggara 6 November 1959

Sambutan Masy Buton pada Menteri Bina Marga, Brigjen Hartawan 23 Agustus 1965

Salah satu keramaian dikota Kendari sekitar tahun 1928

Alat transportasi Tradisional Onia (Rakit)

Mobil kuno depan pertokoan kota lama

Rumah disekitar teluk Kendari zaman dulu

Rumah panggung sekitar pelabuhan Kendari

Pusat segitiga Pertokoan Kendari Jaman Dulu

Kota lama tempo dulu

Wajah pertokoan Kota Kendari Tempo dulu

Keluarga Belanda berpose di Teluk Kendari

Rumah Sakit Abunawas Tempo Dulu

Salah satu rumah warga di sekitar sodohoa Kendari tempo dulu

Mobil kuno sekitar Kota Lama Kendari


La Ode Pandu 1947




Baca selengkapnya → Galery foto Sulawesi Tenggara tempo dulu

Kamis, 26 Mei 2016

Inilah kekejaman tuan terhadap budaknya yang paling mengerikan


Perbudakan mengacu pada suatu kondisi di mana suatu individu dimiliki oleh orang lain, yang mengontrol kondisi umum kehidupan mereka, diantaranya di mana mereka tinggal, apa yang mereka makan, pekerjaan mereka, gerakan, dll. Perbudakan telah ada sepanjang sejarah, menyebar melalui hampir setiap budaya, kebangsaan dan agama, dari zaman kuno sampai hari ini. Orang Yunani kuno, Romawi, Inggris, Portugis, Spanyol, Inca, Aztec, dan sebagainya. Semua yang terlibat dalam perdagangan budak dalam satu bentuk atau yang lain.

Perdagangan budak adalah salah satu fenomena sosial dalam sejarah yang berhubungan dengan sesuatu kekejaman dan tidak manusiawi. Budak adalah properti tuan mereka, mereka diperlakukan dengan cara yang paling aneh dan tanpa rasa kemanusiaan. 

Berikut adalah beberapa kekejaman tuan terhadap budaknya yang paling mengerikan dan pernah terjadi:

8. Shackling (membelenggu)
Shackling

Penggunaan belenggu dan borgol di pasar budak selalu menjadi salah satu aspek yang paling mengejutkan dari perbudakan sepanjang sejarah. Belenggu yang umum digunakan pada awal abad ke-15 untuk budak adalah rantai, baik pada pergelangan tangan, pergelangan kaki bahkan leher. Menurut catatan antara tahun 1780-1804 artefak terbuat dari besi tempa. Artefak ini digunakan untuk membelenggu pergelangan tangan dan pergelangan kaki mereka setiap akan diangkut. Penggunaan belenggu untuk memperbudak orang Afrika adalah lazim dan digunakan sampai tahun 1860-an. Di kapal budak, budak-budak itu di naikan secara kasar ke kapal dan dikemas ke dalam ruang yang ketat, saling tindis hingga terkadang tak mampu bergerak atau bernapas.

Terbuat dari besi yang berat, belenggu ini tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk menjaga budak, tapi itu juga merupakan cara untuk mempermalukan budak yang mencoba melarikan diri. Penggunaan kekang tersebut diyakini sebagai cara yang efektif bagi pemilik perkebunan secara fisik dan psikologis untuk mengendalikan budak mereka. Pembatasan pada budak ini mirip dengan yang digunakan pada tahanan pada saat itu, memberikan implikasi bahwa budak tidak lebih baik dari penjahat kriminal.

7. Branding (dimerek)
Branding


Branding kadang-kadang digunakan untuk menandai rutin semua budak selama perdagangan budak untuk tujuan identifikasi atau sebagai hukuman, tetapi lebih sering digunakan mengenali budak untuk memastikan mereka kembali jika mereka melarikan diri lagi. Lokasi bagian tubuh yang akan dimerek itu bervariasi, seperti telapak, punggung, bahu, bokong atau perut, dan wajah menjadi lokasi favorit untuk hukuman, dan ditentukan oleh tuannya.
 
6. Brutal Whipping (Cambuk dengan brutal)
Brutal Whipping

 Metode utama yang digunakan untuk mengontrol perilaku budak adalah ancaman cambuk. Cambukan dan pemukulan biasanya begitu mengerikan dan seburuk yang anda bisa bayangkan. Jumlah cambukan tergantung pada keseriusan pelanggaran, walaupun biasanya selalu banyak. Budak dicambuk setiap hari tidak peduli apakah telah melakukan pelanggaran serius atau tidak. Cambukan dan tindakan penyiksaan lainnya adalah bentuk pikiran dan kontro tubuh. Cara untuk kembali menegaskan dominasi tuan mereka, mengacaukan para budak atau menjaga mereka membungkuk pada tuannya. Tanpa pengecualian entah muda, tua, laki-laki, perempuan bahkan wanita hamil.

5. Menggosokan Lada, Garam atau Zat keras lainnya pada Luka

Biasanya setelah dicambuk dengan tingkat keparahan yang tidak manusiawi tentu meninggalkan bekas luka permanen dan pembengkakan. Acar garam, air jeruk nipis, garam panas, terpentin atau lada burung akan digosok pada luka tersebut, bahkan dalam keadaan tangan terikat yang membuat budak tersebut akan menahan rasa sakit yang luar biasa.

4. Torture Instruments

Seorang budak kulit hitam pernah menceritakan bagaimana ia disiksa dengan lehernya dibungkus besi berbentuk aneh dan membuatnya sulit untuk bekerja. Dia menyatakan bahwa dia memakainya selama dua bulan sehingga membuatnya sulit berbaring dan beristirahat diwaktu malam, dan sangat memberatkan di siang hari. Sangat mengerikan!.

3.  Sexual Assault

Kelompok budak wanita diberi label "Jezebels" oleh pemiliknya. Para perempuan ini diduga mengalami pelecehan seksual beberapa kali sepanjang hari. Kadang-kadang, laki-laki juga mengalami pelecehan seksual oleh gundik, atau dipaksa untuk berhubungan seks dengan sesama budak untuk menghasilkan anak-anak yang akan bekerja untuk tuan mereka nantinya.

2. Mutilasi - Amputasi, Penyiksaan Genital, Pengebirian

Hukuman pada budak juga memotong atau menghilangkan beberapa bagian tubuh budak yang tidak berguna seperti jari, telapak tangan, telinga, alat kelamin, dll. Penyiksaan kelamin dan pengebirian sering digunakan sebagai hukuman agar jera untuk melakukan pelanggaran seksual. Tapi ironisnya sering para tuan salah tuduh dan budak yang mengalaminya. Pengebirian sering dilakukan dengan cara yang jijik, (menggunakan pisau kebiri atau burdizzo lokal), dan tanpa diberikan perawatan medis. Pada wanita, mereka akan mengalami penyiksaan parah yang mengakibatkan alat kelamin mereka benar-benar rusak. Sebagian besar korban dari bentuk penyiksaan ini hampir tidak dapat bertahan hidup karena begitu beratnya.

1. Eksekusi kejam - hukuman mati tanpa pengadilan, dibakar
 
 Kebanyakan eksekusi dilakukan dengan cara digantung. Jika mereka ingin membuatnya lebih mengerikan, mereka akan menggantung orang hidup dengan kail yang tertanam ke dalam salah satu paru-parunya. Mereka juga dapat memutuskan untuk menggantung budak terbalik. Bahkan jika tuannya menganggap budak telah melakukan pelanggaran berat maka budak akan dibakar hidup-hidup, biasanya budak digantung pada sebuah tiang atau pohon kemudian dieksekusi.

Itulah beberapa kekejaman tuan terhadap budaknya yang sangat mengerikan dan tidak manusiawi. Dan ingat, tidak ada jaminan bahwa fenomena perbudakan itu telah hilang untuk selamanya.
Baca selengkapnya → Inilah kekejaman tuan terhadap budaknya yang paling mengerikan